Sengsara Membawa Nikmat

Aku merupakan makhluk hidup yang diciptakan oleh Alaah swt. dari setetes air mani yang bertemu dengan sel telur dan berkembang menjadi manusia seutuh dalam masa sembilan bulan. Kisah ku ini adalah tidak semuanya sama seperti kisah novel yang pernah ada sebelumnya.

Waktu turnamen antar kelas untuk mengganti kegiatan MID semester genap di kelas VII, ku coba mengikuti lomba cerdas cermat (LCT) dan akhirnya menang dengan posisi juara kedua serta juara pertama adalah saingan ku sewaktu duduk di bangku SD. Mulai dari pengambilan piala tersebut, ku mulai diperhatikan seluruh guru di sekolah. Ku dicalonkan untuk menjadi penerus kakak kelas yang berprestasi dalam melebarkan sayap dan juga sebagai ketua KIR namun ku tolak tapi berjanji akan memberikan bantuan bila diperlukan. Di kelas VIII terulang kembali turnamen tersebut dengan posisi juara tidak berubah. Mendekati akhir semester genap, ada kejuaran LCT tingkat propinsi di Bandung dan ku diikutkan sebagai peserta namun ku bimbang karena di satu sisi ku juga menjadi duta sekolah dalam event Jambore Nasional 2006 di Jatinangor, Sumedang. Ku memilih event nasional tersebut dengan alasan bahwa teman ku yang merupakan saingan terberat bisa memenangkan turnamen itu dan ku sendiri tidak mau melepas event tersebut agar sekolah ku menjadi sekolah yang berprestasi. Hasil turnamen itu sekolah ku mendapat juara harapan I, guru-guru sangat kecewa dengan ku karena tidak bisa ikut membantu.

Sewaktu kelas XI dengan jurusan IPA, ku mengalami hal yang serupa yakni di akhir pengujung semester genap, ku divonis oleh pembina KIR sekolah untuk mengikuti LCT tingkat kota dengan hasil peringkat ketiga. Selain itu juga terpilih mewakili sekolah untuk mengikuti kegiatan Olimpiade Sain dengan bidang kajian fisika dan selama 3 bulan ku dilatih. Menjelang 2 bulan pelaksanaan Olimpiade, ku dipilih sekolah untuk menjadi pelajar teladan tingkat kota yang pelaksanaannya berbeda satu hari dengan olimpiade. Ku bingung karena harus membuat karya ilmiah namun disisi lain ku harus belajar untuk kemampuan akademik yang akan diujikan di seleksi pelajar teladan dan disisi lain pula ku harus belajar untuk olimpiade. Selama waktu tersebut ku jarang masuk kelas karena ada pemberian materi olimpiade dan penelitian untuk pelajar teladan yang berujung pada nilai-nilai untuk raport semester genap belum penuh secara utuh. Hasil dari event ini ku tidak sama sekali mendapatkan peringkat apapun karena pikiran ku sebelum event sudah terpecah belah. Lepas dari event yang menyita waktu, ku tidak diberikan nafas sedikit pun dikarenakan ada event kembali yaitu Kemah Hijau Nasional yang ketiga di Sukabumi dan seperti biasa ku dipilih menjadi duta sekolah. Kembalinya dari sana, ku terpilih menjadi ketua pelaksana Kegiatan Perkemahan Hasil Orientasi (KPHO) yang sangat menyita waktu sehingga nilai ku di semester ganjil kelas XII turun. Di awal bulan desember, ada PMDK IPB atau lebih dikenal USMI (Ujian Seleksi Masuk IPB). Ku ditawarkan untuk mengikutinya namun ragu karena nilainya turun. Tapi dengan modal yakin dan do’a dari orang tua akhirnya sukseslah diterima di IPB dengan jurusan fisika sesuai dengan bidang yang ku minati. Selama 4 bulan ku dapat bernafas lega karena universitas telah ditangan dan hanya mempersiapkan diri untuk menghadapi syarat kelulusan dari SMA yaitu: lulus UN, lulus UAS, dan lulus ujian praktikum. Akhirnya luluslah semua yang disyaratkan dan sampailah ku di IPB sekarang ini.

Ku mengambil hikmah bahwa sesungguhnya waktu yang tersita untuk kebaikan akan menghasilkan buah yang manis namun kita harus menyikapinya dengan bijak…

We don’t think IPB can give somethings but we must doing somethings for IPB.

Be true winner

Calendar. . .
April 2017
S M T W T F S
« Sep    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  
Archives